Buku Kaum Muda Muslim Milenial: Konservatisme, Hibridasi Identitas, dan Tantangan Radikalisme kini sudah bisa didownload, silahkan cek menu Publikaso => Buku

Workshop Pengembangan Modul Pelatihan Literasi Keagamaan untuk Takmir Masjid, Imam dan Khatib

24 Sep 2018 38 views

Workshop Pengembangan Modul Pelatihan Literasi Keagamaan untuk Takmir Masjid, Imam dan Khatib

Saat ini kita dihadapkan pada masalah mudahnya penyebarluasan narasi keislaman yang mengandung pemahaman dan ideologi yang radikal dan ekstremis di kalangan masyarakat. Yang lebih mengkhawatirkan narasi ekstremis dan radikal ini paling banyak menyasar generasi muda muslim milenial. Salah satu faktor penyebabnya adalah minimnya literatur keislaman yang mampu memberikan jawaban keagamaan atas berbagai masalah struktural dan sosial yang dihadapi oleh umat Muslim. Akibatnya mereka mencari jawaban terhadap berbagai masalah di atas dari sumber-sumber bacaan yang ditawarkan oleh media digital dan media sosial. Sayangnya, narasi keislaman yang dijumpai di media digital umumnya diwarnai oleh pemahaman dan ideologi keagamaan yang cenderung radikal dan ekstremis (Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga, 2018; PPIM UIN Jakarta, 2017).

 

Ironisnya, narasi keislaman yang bercorak radikal dan ekstremis juga marak terjadi di masjid-masjid. Kurangnya pengawasan Takmir masjid dan minimnya jumlah Imam/Khatib yang berwawasan keislaman moderat diyakini berkontribusi terhadap menguatnya narasi intoleran, radikal, dan bahkan ekstremis yang disebarkan melalui media khutbah, pengajian, dan lembaran jum’at di masjid. Dengan jumlah masjid yang begitu besar (sekitar 229.264 dan sekitar 245.871 mushalla), masjid di Indonesia seharusnya dapat memainkan peran penting sebagai mekanisme ketahanan kapasitas sumber daya manusia dan masyarakat dalam setiap situasi sosial yang terjadi, dengan tidak melupakan fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah. Disamping itu, masjid secara historis telah memainkan peran penting dalam peningkatan spiritualitas, moral, dan sosial komunitas Muslim. Masjid sejak awal menjadi pusat pendidikan dan pelatihan, selain menjadi tempat ibadah. Sejatinya, masjid harus selalu menjadi cerminan ajaran Islam yang mempromosikan nilai-nilai perdamaian, harmoni, dan maslahat dalam kehidupan umat beragama.

 

Karenanya, para Takmir, Imam, dan Khatib masjid yang akan terlibat dalam program pelatihan ini dapat membantu mempromosikan persatuan dalam umat Islam, mencegah terjadinya kekerasan, memediasi konflik antara masyarakat dan kaum Muslim, dan selanjutnya, mempromosikan Islam sebagai agama yang meneduhkan dan mencerahkan bagi sekelilingnya. Dalam desain program, pendekatan pelatihan akan bersifat interdisipliner, antaragama dan antar budaya. Tujuannya adalah untuk memperkuat pengembangan kapasitas Takmir, Imam, dan Khatib sebagai aktor yang dapat berperan membantu penyebarluasan pengetahuan dan perspektif yang lebih moderat sambil menghubungkannya dengan setiap isu dan wacana kontemporer, baik dalam konteks teologis, kebangsaan, maupun kewargaan. Termasuk juga memperkuat peran mereka sebagai pengelola masjid dalam mengembangkan atmosfer yang lebih positif, moderat dan bernuansa milenial tanpa mengesampingkan topik utama seputar merasuknya ekstremisme bernuansa kekerasan terutama kepada kaum muda Muslim sebagai kelompok yang paling rentan terpengaruh.

 

Dalam mengawali program ini dan guna memastikan kualitas pelaksanaan program dari sejak awal hingga akhir, CSRC UIN Jakarta telah melaksanakan Workshop Desain Program pada 3-5 Juli 2018. Salah satu bahasan dalam workshop tersebut adalah mengenai desain modul pelatihan yang akan menjadi bahan utama dalam pelaksanaan pelatihan untuk Takmir masjid, Imam, dan Khatib yang nantinya akan diselenggarakan. Kegiatan selanjutnya yang telah dilaksanakan adalah pengumpulan data lapangan need assessment di 7 lokasi pelatihan, yaitu: Banda Aceh, Palembang, Jakarta, TasikmalayaGarut, Manado, Ambon, dan Mataram. Proses tersebut saat masih dalam tahap finalisasi laporan  daerah, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi relevan dalam perumusan desain modul pelatihan untuk Takmir masjid, Imam, dan Khatib.

 

Terkait dengan hal di atas, sebagai tindaklanjut paska Workshop Desain Program dan Need Assessment, CSRC UIN Jakarta akan menyelenggarakan Workshop Pengembangan Modul pada 13-15 Agustus 2018. Secara umum workshop ini ditujukan untuk mendiskusikan secara mendalam temuan need assessment dan diharapkan dapat menghasilkan desain modul pelatihan, yang mencakup tujuan, materi dan kisi-kisi modul yang akan disusun, penyusun/penulis modul, desain dan metodologi pelatihan, dan jadwal penyusunan/penulisan modul pelatihan. Hasil dari workshop ini diharapkan ke depannya dapat menjadi panduan bagi penyusunan modul pelatihan dan pelaksanaan pelatihan literasi kegamaan untuk Takmir masjid, Imam, dan Khatib.

 

Workshop ini bertujuan untuk Mendiskusikan secara mendalam temuan need assessment, desain dan tujuan modul pelatihan literasi keagamaan untuk Takmir masjid, Imam, dan Khatib, serta Merumuskan dan menghasilkan materi dan kisi-kisi modul, desain dan metodologi pelatihan, serta jadwal penyusunan modul pelatihan.

 

Output dari workshop ini antara lain Dihasilkannya temuan need assessment, rumusan desain dan tujuan modul pelatihan literasi keagamaan untuk takmir masjid, imam, dan khatib, serta Tersedianya hasil rumusan materi dan kisi-kisi modul, desain metodologi pelatihan, serta jadwal penyusunan modul pelatihan.

 

Workshop Pengembangan Modul ini mengkombinasikan dua pendekatan, yaitu sesi presentasi dan sosialisasi hasil need assessment 7 kota; desain dan tujuan modul, materi dan kisi-kisi modul; desain pelatihan; dan aktifitas paska pelatihan dalam program Pelatihan Literasi Keagamaan untuk Takmir Masjid, Imam, dan Khatib; dan sesi diskusi terfokus, dimana setiap peserta workshop diharapkan dapat berperan aktif memberikan kontribusi dan masukan atas presentasi dan draft telah dipersiapkan sebelumnya.

Proses diskusi terfokus selama workshop berlangsung akan dicatat oleh notulen, agarpoin-poin diskusi tersusun dengan rapi dan sistematis yang akan digunakan dalam

rangka penyempurnaan desain modul pelatihan dan kisi-kisinya, jadwal penyusunan/penulisan modul dan desain pelatihan. Beberapa materi utama dari workshop ini adalah:

  1. a) Presentasi hasil need assessment 7 kota
  2. b) Pembahasan desain, tujuan, materi dan kisi-kisi modul
  3. c) Pembahasan rencana pelatihan dan kegiatan paska pelatihan
  4. d) Koordinasi penulis modul
  5. e) Wrap Up

 

Peserta Workshop Pengembangan Modul ini terdiri dari: manajemen program; internal CSRC UIN Jakarta; PMU Convey PPIM UIN Jakarta-UNDP; peneliti need assessment; Takmir masjid, Imam dan Khatib; notulen; dan undangan lain yang diselenggarakan pada Senin-Rabu, 13-15 Agustus 2018 di Hotel Royal Amaroossa Bogor

 

 

KOLOM DIREKTUR