CSRC Sukses Gelar Seminar dan FGD Implementasi Pendidikan Anti Korupsi: Mahasiswa dan Integritas Bangsa
Puji syukur alhamdulillah, akhirnya dua rangkaian kegiatan besar yaitu seminar dan Focus Group Discussion (FGD) Implementasi Pendidikan Anti Korupsi: Mahasiswa dan Integritas Bangsa, hasil kerjasama CSRC UIN Jakarta, PIEN TIRI, dan Universitas Paramadina berjalan sukses dan lancar.
Kegiatan pertama adalah seminar tentang "Implementasi Pendidikan Anti-Korupsi di Perguruan Tinggi: Kendala dan Solusi", terlaksana pada hari Senin, 25 Januari 2010, jam 09.00-12.30 di Ruang Senat Auditorium Utama UIN Jakarta.
Seminar ini didahului dengan penyampaian kata sambutan dari Direktur CSRC, Dr. Amelia Fauzia dan Direktur TIRI, Kevin Evans. Hadir sebagai pembicara pada Seminar ini adalah Dr. Amelia Fauzia, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (UIN Jakarta), Teten Masdukui (TII), Eji Oyamada, Ph.D (TIRI-Paramadina), dan Prof. Wijayanto (Paramadina).
Seminar ini dihadiri sekitar 70 orang peserta yang terdiri dari perwakilan 7 universitas se DKI Jakarta dan Jawa Barat (UIN Jakarta, Univ. Pelita Harapan, Univ. Mercubuana, UNISBA, Univ. Parahyangan, Univ. Indonesia, Univ. Paramadina), Civitas Akademika UIN Jakarta (Pimpinan,dosen, dan mahasiswa) serta para pegiat anti korupsi di wilayah Jakarta.
Kegiatan kedua adalah Focus Group Discussion (FGD) untuk penyusunan Bahan Ajar Pendidikan Anti-Korupsi (SAP). FGD ini berlangsung selama 2 hari dari tanggal 26-27 Januari 2010 di Ruang Pertemuan CSRC UIN Jakarta yang difasilitasi oleh Irfan Abubakar dan Sukron Kamil.
Peserta FGD ini adalah perwakilan dari tiap-tiap universitas yang tergabung dalam network Tiri-Paramadina region DKI Jakarta dan Jawa Barat. Mereka adalah Aan Rukmana, Asriana Sofia, Shiskha Prabawaningtyas (Univ. Paramadina), Afdhal Makkuraga, Heri Budianto (Univ. Mercubuana), Alexius Jemadu, JAmin Ginting (Univ. Pelita Harapan), Bonggas Adi Cahandra, Deny M. Tri Aryadi (Univ. Parahyangan), Karlina Helmanita, Sholehudin A. Aziz (UIN Jakarta), Miranda, Natalia Soebagjo (CSG-Univ. Indonesia), dan Neni Yulianti, Nurrachmawati (UNISBA).
Menurut Dr. Sukron Kamil, manajer program, kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong terlaksananya implementasi pendidikan anti korupsi di UIN dan 5 universitas lainnya. Selain itu, dimaksudkan untuk memperkuat pelaksanaan pendidikan anti korupsi yang terintegrasi di UIN dan universitas lainnya yang sudah melaksanakannya dan mendorong bagi universitas yang belum melaksanakannya.
Sebagai hasil dari kedua kegiatan diatas diantaranya adalah SAP Pendidikan Anti Korupsi Independen dan rencana Semiloka Pendidikan Anti Korupsi di 5 universitas lain di luar UIN Jakarta. Selain itu, dirancang juga pencetakan ulang Buku Pendidikan Anti Korupsi di Perguruan Tinggi (CSRC dan Partnership, 2006), workshop anti korupsi di kalangan aktivis mahasiswa dan penulisan buku tentang Korupsi dari berbagai perspektif ilmu. (Gus)