Has no content to show!

30 Santri Jogja Ikrarkan Perdamaian

28 October 2015

Setelah mendidik santri-santri di Semarang mengenai HAM dan Perdamaian dalam Islam, Center for the Study of Religioan and Culture (CSRC) UIN Jakarta bekerja sama dengan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dan didukung Uni Eropa menyelenggarakan training yang bertajuk Peningkatan pemahaman Perdamaian di Pesantren Berprespektif HAM dan Islam di Yogyakarta. Acara diselenggarakan di Hotel Jambuluwuk, Yogyakarta(21-25/10) dengan 30 santri dari 30 Pesantren sebagai peserta.

Menurut Idris Hemay, sekretaris program Pesantren for Peace(PFP) menyatakan, dalam momentum peringatan hari santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober, sudah saatnya para santri yang dipandang sebelah mata oleh sebagian kalangan membuktikan diri mengenai loyalitas dan kualitas seorang santri dalam membela NKRI. Semenjak resoludi jihad yang digelorakan oleh KH Hasyim Asyari kepada para santri untuk melawan penjajahan menjadi bukti kongkrit peran santri dalam mewarnai perjalanan bangsa Indonesia.

Idris menambahkan, tepat tanggal 22 Oktober seluruh peserta training melakukan deklarasi damai sebagai wujud keikutsertaan dalam peringatan hari santri. Ini komitmen kita untuk menyebarkan virus demokrasi dan toleransi yang harus dijunjung tinggi oleh semua pihak. Ujarnya.

Diambil dari web Pesantrenforpeace, Deklarasi yang di bacakan tepat hari santri berisikan pernyataan untuk Berpegang teguh dan senantiasa siap mempertahankan Pancasila Undang-­Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika. Menyadari tanggung jawab utama sebagai santri untuk senantiasa mengkaji, menghayati, mengamalkan, dan mengembangkan ilmu-­ilmu warisan para ulama. serta Berkewajiban untuk turut serta mewujudkan negara yang berdaulat, pembangunan yang berkeadilan, kebudayaan yang dinamis, saling menghormati, dan turut serta menjaga perdamaian Indonesia dan dunia dengan semangat Islam yang rahmatan lil alamin.

Training perdamaian dan HAM dalam Islam ini diharapkan membentuk mental dan kepribadian santri agar mampu menyelesaikan konflik dengan damai, selain itu santri diharapkan mampu memahami HAM dan melaksanakannya.

Selain training, para santri juga diajak kunjungan ke Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB). Kunjungan ini diharapkan mampu Memberikan pengalaman ke-30 santri untuk belajar bagaimana menciptakan perdamaian. Selain itu, para santri diminta menuliskan laporan kunjungan dengan melakukan wawancara.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree