Has no content to show!

Survei Nasional "Studi Opini Publik tentang Implementasi Empat Pilar dan Reformulasi GBHN"

14 May 2015

Sosialisasi Empat Pilar yang telah dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) telah mencapai keberhasilan, melihat manfaat yang telah dirasakan oleh masyarakat. Tetapi, keberhasilan ini tidak dibarengi dengan implementasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Seiring keberhasilan sosialisasi Empat Pilar, muncul wacana baru untuk mereformulasi Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Wacana ini bersumber dari aspirasi beberapa elemen masyarakat.

 

Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dengan dukungan Pusat Pengkajian MPR RI mengadakan Survei Nasional “Studi Opini Publik tentang Implementasi Empat Pilar dan Reformulasi GBHN dalam Rangka Integrasi Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Daerah”. Survei ini dilaksanakan pada bulan November - Desember 2013 terhadap 1300 orang responden yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia.

Survei yang dipimpin Idris Hemay ini menggunakan metode multistage random sampling. Metode ini digunakan untuk memilih level pemerintahan provinsi, kabupaten, desa hingga rukun tetangga sebagai lokasi survei. Selain itu survei dilakukan melalui pemilihan semua responden (sample) dewasa dengan metode probabilitas (random sampling). Secara metodologi dapat dikatakan margin of error survei diperkirakan mencapai 2,8% pada tingkat kepercayaan 95%.

Tujuan umum survei ini untuk menjaring opini publik tentang implementasi Empat Pilar dan sistem perencanaan pembangunan nasional yang diterapkan dewasa ini dan perubahan seperti apa yang ideal untuk perencanaan pembangunan di masa yang akan datang.

Beberapa temuan yang didapat pada survei ini diantaranya:

Pertama, MPR RI telah berhasil memasyarakatkan Empat Pilar. Ini didasarkan pada temuan bahwa masyarakat mempunyai pengetahuan yang sangat baik tentang Empat Pilar. Bukan hanya tentang sosialisasinya tetapi masyarakat juga mengenal dengan baik hal-hal rinci terkait dengan Empat pilar. Lebih lagi, kebanyakan dari masyarakat memiliki tingkat kesadaran dan sikap yang bagus terhadap Empat Pilar. Tingginya kesadaran masyarakat terhadap Empat Pilar selaras pula dengan kehendak mereka agar negara lebih serius lagi dalam pemasyarakatan empat pilar, hal ini terbukti bahwa masyarakat menginginkan adanya lembaga khusus sejenis Badan Penyelenggara Pelaksanaan Pendidikan Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila (BP7) seperti masa silam walaupun dengan pendekatan yang disesuaikan dengan perkembanagan.

Kedua, salah satu temuan yang penting dari survei ini adalah tingginya perhatian masyarakat pada pentingnya sinkronisasi visi, misi, haluan dan orientasi pembangunan antara pusat dan daerah. Mereka mendukung atas wacana mengadakan kembali Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Masyarakat sepakat dengan fungsi GBHN terutama dalam menjaga kesinambungan pembangunan nasional antara pusat dan daerah.

Ketiga, survei ini menemukan bahwa sebagian besar masyarakat mendukung dilakukanya kembali amandemen UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 untuk memperkuat kedudukan, tugas dan fungsi MPR RI. 

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree