Has no content to show!

Direktur CSRC UIN Jakarta Bicara Toleransi dan kebebasan beragama di New York

22 September 2015

Direktur Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Jakarta, Irfan Abubakar, MA menghadiri Konferensi Internasional bertajuk Multinational Efforts to Promote Freedom of Religion or Belief yang diselenggarakan oleh International Panel of Parlementarians for Freedom of Religion or Belief bekerjasama dengan Konrad Adenaeur Stiftung (KAS) Jerman. Konferensi ini diselenggarakan di One UN Hotel, New York (17-19/09). Kurang lebih 100 anggota parlemen dari berbagai negara hadir sebagai perwakilan agama dan kepercayaan yang berbeda.

Selain anggota Parlemen, hadir sebagai peserta 40-an pimpinan NGO dan organisasi keagamaan dari berbagai negara, tokoh-tokoh politik dari berbagai negara di Eropa, Amerika Utara, Amerika Latin, Afrika, dan Asia. Sebagai pembicara dalam konferensi ini perwakilan dari berbagai tokoh agama seperti Islam, Sunni, Syiah, Katolik, Protestan, Kristen Ortodoks, Budha dan Hindu. Hadir juga Wakil Sekjen PBB, Jan Eliasson dan High Representative Mr. Nasser Abdulaziz al-Nasser untuk Aliansi Peradaban PBB.

Sebagai perwakilan dari Indonesia Irfan Abubakar didapuk untuk menyampaikan topik Membangun toleransi dan kebebasan agama di Indonesia, masalah, tantangan dan masa depannya. Irfan memaparkan tantangan bangsa Indonesia selama lebih dari satu dekade terakhir dalam menghadapi tendensi intoleransi keberagamaan dan disharmoni di beberapa tempat di tanah air termasuk yang paling anyar kasus Tolikara.

irfan melanjutkan, Lembaga-lembaga akademik juga mempunyai peran besar dalam merawat keberagaman dan kebebasan agama dan sebagai salah satu Lembaga riset akademik CSRC UIN Jakarta berkontribusi dalam merawat harmoni dalam keberagamaan melalui riset, advokasi dan pelatihan-pelatihan.

program CSRC UIN Jakarta yang tengah berjalan adalah Pesantren for Peace (PFP). Fokus PFP adalah berbagai program pelatihan agama dan ham untuk para guru di pesantren. Ungkap Dosen Bahasa dan Sastra Arab UIN Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, presiden Konrad Adenaeur Stiftung menyampaikan kebanggaanya atas kerja dan upaya CSRC dengan dukungan KAS untuk menjalankan berbagai program tersebut sekaligus mendorong agar pendekatan CSRC UIN Jakarta dalam mengatasi masalah intoleransi agama dapat menjadi model yang bisa diterapkan di negara lain.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree