Has no content to show!

Pusat Studi Melayu Universitas Kebangsaan Singapura berkunjung ke CSRC UIN Jakarta

23 September 2015

Pusat Studi Melayu (Departement of Malay Studies) Universitas Kebangsaan Singapura (NUS) mengadakan lawatan akademik ke Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Jakarta, Selasa(22/09). Kunjungan dengan tema “Hukum Advokasi, dan Pembaruan” yang diadakan di ruang Rapat CSRC UIN Jakarta diikuti oleh 20 Mahasiswa S1 dan S2 NUS dari berbagai Jurusan, Peneliti dan Staf Administrasi CSRC UIN Jakarta.

Kunjungan ini menjadi salah satu upaya untuk lebih mendekatkan mahasiswa kepada perkembangan masyarakat di Indonesia. Adapun Kunjungan ke CSRC UIN Jakarta diharapkan mampu memberikan informasi-informasi penting mengenai pendidikan HAM dan Penyelesaian konflik secara damai.

Sebelum ke CSRC UIN Jakarta, kita berkunjung ke Gereja Yasmin yang disegel oleh pemerintah dan pondok Pesantren Darul Muttaqin Bogor untuk melihat fiqih lingkungan. Selain itu kita juga berkunjung ke Kementerian Agama RI, Wahid institut, KOMNAS perempuan. Ujar Moh Imran M Thaib salah satu panitia kunjungan.

Ketua Pusat Studi Melayu NUS Prof Noor Aisha Abdul Rahman berharap, kunjungan ini menambah wawasan para mahasiswa dalam membahas isu-isu yang berkaitan dengan Agama. Kita ingin memahami bagaimana advokasi dan pelatihan pembangunan masyarakat di dalam beberapa kajian, seperti Filantrofi, perdamaian dan anti radikalisme di Indonesia. Ungkapnya.

Irfan Abubakar, MA selaku Direktur CSRC UIN Jakarta dalam sambutan penerimaan kunjungan akademik menyampaikan sejarah berdirinya CSRC UIN Jakarta, dimana dulunya bergabung dengan Pusat Bahasa dan Budaya lalu karena tuntutan akademik pada tahun 2006 menjadi lembaga sendiri. Irfan menambahkan CSRC komitmen untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik terhadap nilai-nilai demokrasi di masyarakat muslim. Seperti HAM, demokrasi, dan penanganan konflik secara damai.

Setidaknya CSRC sudah memberikan kontribusi kepada Negara dengan mengadakan pelatihan-pelatihan mengenai HAM, Demokrasi, dan Resolusi Konflik kepada tokoh-tokoh masyarakat, ustadz-ustad Pesantren, dan para Pemuda yang aktif di masyarakat. Diharapkan dengan ini semua Pemenuhan HAM, Demokrasi dan penyelesaian konflik secara damai mampu di terapkan di Indonesia.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree