Has no content to show!

Santri-Santri di Semarang Belajar Perdamaian Dengan CSRC UIN Jakarta

05 October 2015

Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Jakarta bekerjasama dengan Konrad Adenaeur Stiftung (KAS) dan dukungan dari UNI EROPA menyelenggarakan Training dan Field Trip untuk kalangan santri di Semarang. Acara yang diadakan di Hotel Pandanarang, Semarang, Selasa-Jumat (29/09-02/10) diikuti oleh 30 santri yang berdomisili di daerah Semarang dan Sekitarnya.

Acara yang bertajuk Training dan Field Trip dengan tema “Peningkatan Pemahaman Perdamaian di Pesantren berprespektif HAM dan Islam” merupakan bagian dari program “Pesantren for Peace.”

Koordinator Program Pesantren for Peace, Sholehuddin A Aziz menyatakan kegiatan yang menyasar para santri-santri ini setidaknya memliki tiga tujuan. Pertama, untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan santri tentang perdamaian dalam Islam. kedua, meningkatkan wawasan dan pengetahuan santri tentang Hak Asasi Manusia dan Islam. dan ketiga, memberikan kepada santri keterampilan-keterampilan dalam penyelesaian konflik secara damai.

Irfan Abubakar selaku Direktur CSRC UIN Jakarta berharap agar training dan field trip di Semarang benar-benar mampu meningkatkan kesadaran para santri bahwa Islam itu rahmatan lil alamin yang selalu cinta perdamaian. “Para santri yang berdomisili di Pesantren dan sekitarnya mampu menjadi pioner dalam penyelesaian permasalahan HAM dengan santun dan damai”. Harapnya.

Sebagai Informasi, para trainer di Semarang merupakan jebolan dari program pembinaan yang dilakukan oleh CSRC UIN Jakarta. Mereka adalah Alfiatu Rohmah, M Aris Rofiqi, Cholilullah, Fahsin M. Faal, Nashif Ubbadah, dan Choirul Iman dengan supervisor Peneliti CSRC UIN Jakarta Junaidi Simun. Mereka menyampaikan materi tentang identifikasi masalah konflik , faktor-faktor konflik, hingga penanganannya. Adapun untuk Field Trip Semarang tempat yang menjadi tujuan kunjungan adalah PERCIK dan PP Edi Mancoro Salatiga.

Salah satu peserta Training yang berasal dari pesantren Asnawiyyah Demak, Imro’atul Faizah dalam kesannya menyampaikan, Islam begitu sempurna dengan segala Syariat-syariatnya, sehingga mampu mengundang aspirasi dunia untuk memperdalam ajaran-ajarannya, walaupun bukan dari keyakinannya. Dengan artian ajaran Islam adalah ajaran Universal yang seharusnya mampu mendamaikan dunia dengan segala konflik-konfliknya.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree