Has no content to show!

Pesantren: Sumber Perdamaian dan resolusi Konflik

12 January 2016

Setelah sukses menggelar training pemahaman perdamaian dalam pesantren di Surabaya (09-12/09/15). Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Jakarta bekerja sama dengan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dengan dukungan Uni Eropa kembali mengadakan training dan field trip serupa di kota Pahlawan tersebut. Training di gelar di Hotel Novotel, Surabaya selama empat hari (5-7/01/16).

Saya senang para peserta yang berasal dari 30 Pesantren dari berbagai wilayah di Jawa Timur semangat mengikuti program ini. Ujar Idris Hemay koordinator program Pesantren for Peace(PFP). Program ini sangat penting diadakan karena hasil penelitian PFP menunjukkan akar kekerasan dan konflik di Jawa Timur sangat beragam mulai dari aspek teologis hingga persoalan ekonomi, politik, dan sosial budaya.

Idris menambahkan, ini kali kedua program PFP kembali menggelar kegiatan training dan field trip yang bertemakan “Peningkatan Pemahaman Perdamaian di Pesantren berperspektif HAM dan Islam” untuk para santri di Surabaya. Pada training sebelumnya para peserta berasal dari pesantren di enam kota/kabupaten di Jawa Timur, namun saat ini kita mengundang peserta dari Pesantren di Sembilan kota/kabupaten di Jawa Timur (Surabaya, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Jombang, Pasuruan, dan Sidoarjo). Ujarnya.

Peserta yang merupakan santri dan mahasiswa tingkat dua ini diharapkan mampu memenuhi target yang di tetapkan oleh Program PFP yaitu kemampuan untuk mengupgrade diri dalam meningkatkan pengetahuan dan pengalaman tentang perdamaian dalam Islam, HAM, dan meningkatkan keterampilan dalam penyelesaian konflik secara damai menurut Islam dan HAM.

Panitia Acara, Junaidi Simun berharap para peserta training dan field trip mampu merasakan manfaat dari kegiatan tersebut, sehingga kedepannya para santri dan mahasiswa dari pesantren-pesantren mampu berperan aktif dalam mempromosikan nilai-nilai perdamaian dan HAM, dan juga mampu menjadi fasilitator damai dalam setiap konflik.

Selain training, para peserta diajak berkunjung dan berdialog dengan perwakilan dua pengungsi konflik Syi’ah Sampang di kantor Center for Marginalized Communities Studies (CIMARS) Surabaya. Kunjungan ini sebagai best practices bina damai dan penanganan konflik yang terjadi di Jawa Timur, khususnya konflik Syi’ah di Sampang. Ujar Simun.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree