Has no content to show!

Menyambut Komisi HAM

Super User 14 May 2015 767 Hits

Menyambut Komisi HAM Independent dan Permanen di Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Di tengah momentum kebangkitan demokrasi di negeri-negeri Arab, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), mengesyahkan berdirinya Komisi HAM OKI pada pertemuan ke-38 Dewan Menlu negara-negara OKI di Astana, Kazakhstan, 26 Juni lalu. Pendirian Komisi HAM ini sesungguhnya telah dicanangkan sebagai bagian dari program 10 tahun rencana aksi dalam KTT luar biasa ke-3 di Makkah, tahun 2005.

Sosialisasi Empat Pilar

Super User 14 May 2015 788 Hits

Konferensi Pers Hasil Studi. Evaluasi Pemasyarakatan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Sejak tahun 2006, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia telah melakukan serangkain program sosialisasi ke berbagai pihak (stakeholders).  Dalam melakukan sosialisasi MPR-RI menggunakan berbagai metode pemasyarakatan yang disesuaikan dengan kelompok sasaran pemasyarakatan baik di tingkat pemerintah pusat maupun di daerah agar materi muatan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut dapat dipahami secara utuh dan menyeluruh oleh seluruh komponen bangsa. Mengingat pentingnya program ini, dipandang perlu mendapatkan umpan balik (feedback) mengenai efektifitas atas keseluruhan proses dan keluarannya (output) kegiatan sosialisasi empat pilar tersebut.

Penelitian Ideologi Masjid

Super User 14 May 2015 1669 Hits

Penelitian Ideologi Masjid di Solo dan Jawa Tengah
Berbicara secara umum, riset di sepuluh masjid tersebut menunjukkan dan membuktikan bahwa dalam derajat yang beragam kelompok Islam radikal telah menggunakan masjid sebagai kendaraan bagi penyebaran ideologinya. Level intensitas yang tinggi dari radikalisasi terlihat di  Masjid Al-Islam Gumuk dan Masjid al-Maghfiroh (Al-Kahfi) yang masing-masing berafiliasi kepada Front Pemuda Islam Surakarta (LPIS) dan Hidayatullah, dua ormas Islam yang terkenal berhaluan radikal. Radikalisasi juga cukup tinggi di masjid terbuka dan tidak berafiliasi dengan ormas tertentu, yaitu Masjid al-Muttaqien, Kartopuran. Sementara masjid-masjid umum lainnya yang diteliti juga memperlihatkan anasir-anasir ideologi Islam radikal dengan level intensitas yang lebih rendah. Misalnya, Masjid Pesantren Jamsaren (kec. Serengan),Masjid Komplek al-Hikmah (Joyodiningratan, kec. Serengan) dan  Masjid Kampus, Nurul Huda, UNS, Surakarta.

Memotret Pemahaman Islam Radikal

Super User 05 September 2012 28217 Hits

Studi Kasus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Indonesia
Kekerasan atas nama agama masih terus saja kita dengar di Indonesia. SETARA Institute melansir bahwa pada tahun 2007 terdapat 185 jenis tindakan dalam 135 peristiwa; pada tahun 2008 terdapat 367 tindakan dalam 265 peristiwa, dan pada tahun 2009 terdapat 291 tindakan dalam 200 peristiwa (Setara Institute, 2010). Selain itu, kasus Ciketing Bogor pada tahun 2010 menyebabkan pemerintah kota Bogor menghentikan ijin pendirian gereja Kristen Protestan Batak atas desakan kelompok garis keras. Belum lagi peristiwa Cikeusik di Pandeglang yang mengakibatkan meninggalnya 6 anggota Ahmadiyyah setelah mendapat serangan dari kelompok garis keras. Selain itu, 7 alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Kabarnet 28 April 2011) dan 2 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta telah ditangkap oleh Densus 88 atas keterlibatan mereka dalam gerakan terorisme (Suara Merdeka, 1 Oktober 2011). Situasi ini tentu akan mengganggu kehidupan sosial masyarakat Indonesia jika tidak segera diselesaikan.

Filantropi dalam masyarakat Islam

Ahmad Gaus A 14 May 2015 28036 Hits

Survei yang dilakukan Center for the Study or Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menunjukkan bahwa dana Zakat, infak dan sedekah yang mencapai Rp 19,3 triliun setiap tahunnya belum efektif mengentaskan kemiskinan.

Sementara itu aset wkaf yang mencapai Rp 590 triliun sebagian besar untuk membangun komplek makan dan masjid-masjid mewah di tengah pemukiman kumuh. Hanya sebagian kecil aset wakaf yang dikelola untuk kegiatan ekonomi produktif, pelatihan tenaga kerja, pemberdayaan perempuan, pengentasan pengangguran, dan pemeliharaan kesehatan masyarakat. Buku dan film ini merekam tradisi filantropi dalam masyarakat Islam, menguak pendapat para ahli, serta menyajikan kritik dan pandangan-pandangan alternatif filantropi untuk keadilan sosial. Penulis : Ahmad Gaus AF Penyunting : Chaider S. bamualim dan Irfan Abu Bakar

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree