Has no content to show!

Kebebasan Akademik dalam tradisi Islam

15 May 2015

Resensi: Menemukan sederetan nama sainstis Muslim Kontemporer yang mengalami keterpasungan kebebasan akademiknya tidaklah sulit, seperti Fazlur Rahman ( alm ), Abdulkarim Sorush, Muhammad Syahrur, Nashr Hamid Abu Zayd. Mereka telah dicerca dan dikafirkan oleh sekelompok muslim, terutama kalangan konservatif, hanya karena pandangan mereka dianggap bertentangan dengan pemahaman mereka. Untuk meraih kebebasan akademik bagi setiap sainstis Muslim tentu tidak gampang. Salah satu persyaratannya yang utama adalah menyakinkan kalangan konservatif yang anti modern. Di samping itu, adalah penting untuk mengurangi klaim otoritas keilmuan dan monopoli kebenaran. Siapa yangberhak untuk menafsirkan dan berkata tentang konsep Islam? Karena menuntut ilmu kata Nabi Muhammad SAW adalah hak setiap Muslim, laki atau perempuan. Jadi, tidak ada alasan untuk membenci, apalagi membatasi kehidupan setiap pembaru/sainstis hanya karena factor keliberalan pemikirannya.

Pengarang: Yusuf Rahman

Berat: 50 gr

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree