CSRC Gelar Forum Silaturahim Remaja Masjid Se-Pondok Pinang

16 February 2020

Sabtu (15/02) Center for the Studi of religion and culture (CSRC) UIN Jakarta bekerja sama dengan remaja masjid se-Pondok Pinang untuk menggelar acara Forum Remaja Masjid Se-Pondok Pinang dengan tema “Implementasi Kepemimpinan di Era Milenial”.

Menurut Idris Hemay, Direktur CSRC, acara tersebut diadakan guna untuk memperkuat peran remaja masjid dalam menjalankan program-program  yang menunjang kemakmuran masjid “acara ini didasari agar masjid yang tidak ada remajanya akan ada, yang sudah ada terus menjalankan program untuk memakmurkan masjid” ujarnya dalam sambutan pembukaan di kelurahan Pondok Pinang.

Senada dengan Idris, Saidih selaku lurah Pondok Pinang ia juga berharap dengan remaja-remaja masjid yang produktif, dengan berbagai program yang nyata akan mamapu memakmurkan masjid, pihak kelurahan dan jajaranya sangat mendukung terselenggarakannya acara ini, dan ia berharap agara para remaja masjid Pondok Pinang mampu mengisi kemerdekaan banggsa dengan agama dan akhlak social “kami segenap pihak kelurahan sangat mendukung terbentuknya forum silaturahim ini, semoga adik-adik remaja in lebih produktif dengan berbagai program yang dijalankan hingga mampu memakmurkan masjid” katanya.

Rombongan bertolak dari kelurahan pondok pinang pukul 8:30 WIB, selang 2 jam kemudian, rombongan tiba di lokasi acara, GG. House Puncak-Bogor. Seluruh peserta dan panitia rehat sejenak hingga waktu zuhur dan makan siang tiba.

Pukul 14:00 WIB acara berlanjut dengan sesi perkenalan seluruh anggota dan panitia, lalu berlanjut pada pengenalan media sosial dan publikasi CSRC, hal ini dilakukan agar media sosial dan publikasi CSRC dikenal masyarakat luas untuk menyebarkan konten-konten positif.

Muchtadlirin salah satu peneliti CSRC bersama Sarwo Edi selaku ketua Karang Taruna Pondok Pinang menjadi pemandu acara Pembahasan Rencana Pembentukan Forum Silaturahim Remaja Masjid Se-Pondok Pinang. Pada sesi ini desepakati untuk memilih ketua forum silaturahim dan terpilihlah Agung dengan mengalahkan dua kandidat lainnya, Rosyid dan Adit.

Agung perwakilan dari Rukun Warga (RW) 05, didampingi oleh Adit RW 12 sebagai wakil I, Riko RW 01 sebagai wakil II, dan Eko RW 09 sebagai wakil III. Dengan dibentuknya wakil ketua I-III diharapkan agar seluruh program kerja berjalan dengan lancar, segala masalah-masalah internal dapat teratasi dan memudahkan dalam berkoordinasi.

Setelah menentukan ketua lalu disepakati nama untuk forum remaja masjid se-Pondok pinang. Remaja Masjid Pondok Pinang (RMPP), Forum Remaja Masjid (FORSAD) Pondok Pinang, Ikatan Remaja Masjid (IRAMA) Pondok Pinang, maka dilakukan voting dan terpilihlah FORSAD Pondok Pinang yang disepakati.

Tahap selanjutnya, setelah pemilihan ketua pengurus dan jajarannya beserta nama, maka disusunlah program kerja dalam tahap perencanaan. FORSAD memiliki 6 divisi, yakni Syiar dan Dakwah,  Kewirausahaan, Humas, Kesenian, Pembinaan internal dan Kaderisasi, Project officer. Masing-masing divisi memiliki 3-4 anggota yang terdiri dari berbagai perwakilan setiap RW.

Minggu (16/02) setelah sarapan pagi, para peserta mengikuti building game yang dipandu oleh Muchtadlirin dan Jefri. Beberapa game yang dilakukan guna untuk menumbuhkan rasa solidaritas, kerjasama, kekompakan, menyatukan visi-misi, dan saling menghargai. Hal yang paling menarik adalah ketika seluruh peserta berbaris memanjang. Peserta yang paling depan diarahkan untuk meragakan instruksi, game ini dinamakan game bisisk-bisik. Menurut muchtadlirin dalam game ini sangat penting untuk membangun kesadaran dalam berkomunikasi. Dewasa kini, penyebaran berita hoax marak terjadi, informasi yang datang sangat deras sehingga kesadaran dalam memilah dan memilih informasi yang tepat sangat diperlukan.

Pukul 10:00 WIB peserta kembali mengikuti pendalaman materi yang diisi oleh Muchtadlirin mengenai “Implementasi Kepemimpinn Kenabian di Era Milenial” dalam materi yang disampaikan Muchtadlirin, ia lebih menekankan pada misi kenabian, yakni Rahmatan lil alamin. Dalam hal tersebut, hal utama yang ditonjolkan adalah tentang kasih sayang.

“Remaja masjid ini, bisa menjadi corong untuk remaja pondok pinang, dan Islam yang ingin ditampilkan di Pondok Pianang itu bisa diwakili oleh FORSAD ini, dan missi kenabian itu adalah islam rahmatan lil alamin. Yakni yang pertama tentang kasih sayang. Rahmatan lil alamin tidak hanya berlaku untuk manusia saja, melainkan untukk hewan, atau makhluk lain, untuk semesta alam. Itulah mengapa pentingnya menjadi pemimpin yang menyejukan” ujarnya.

Muchtadlirin berharap agar FORSAD mampu menjadi corong umat islam di Pondok Pinang, terakhir ia mengatakan bahwa tidak selamanya CSRC mampu mendampingi FORSAD, maka kemandirian FORSAD harus terbentuk namun hubungan FORSAD dan CSRC harus selalu terjalin. (AP)

Comment

Leave your comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Get In Touch

Center for the Study of Religion and Culture (SCRC) Pusat Kajian Agama dan Budaya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

  • Add: Jl. Kertamukti No. 5 Pisangan Ciputat 15419
  • Tel: 021-744 5173
  • Fax: 021- 7490756
  • Email: [email protected]
  • Hotline: 021-744 5173
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…