Sains dalam Islam Konseptual dan Islam Aktual

14 May 2015

Resensi: Pembahasan mengenai sains hubungannya dengan agama seperti Islam adalah pentinga mengingat karakter sains yang material secular dan mengalami krisis etika. Di samping itu, pengertian sains dalam Islam berbeda dengan Barat modern.

Jika dalam Barat modern, sainsa hana bidang empiris indrawi, maka dalam Islam lebih dari itu, yaitu mencakup non fisik juga. Karena itu epistimologi Islam pun lebih kaya disbanding Barat, yaitu di dalamnya ada metode tajribi ( obervasi dan eksperimen), metode burhani ( demonstrative ) dan metode ‘irfani ( intuitif ). Dalam Islam tidak hanya terdapat konsep estimologi, tetapi juga ontology dimana dalam Al Quran terdapat pernyataan yang bisa dipahami sejalan dengan penemuan sains dan teknologi tidak boleh bertentangan dengan kemanusiaan dan etika.

Pengarang: Sukron Kamil

Berat: 50 gr

Login to post comments

Get In Touch

Center for the Study of Religion and Culture (SCRC) Pusat Kajian Agama dan Budaya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

  • Add: Jl. Kertamukti No. 5 Pisangan Ciputat 15419
  • Tel: 021-744 5173
  • Fax: 021- 7490756
  • Email: [email protected]
  • Hotline: 021-744 5173
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…