Kebebasan Akademik dalam tradisi Islam

14 May 2015

Resensi: Menemukan sederetan nama sainstis Muslim Kontemporer yang mengalami keterpasungan kebebasan akademiknya tidaklah sulit, seperti Fazlur Rahman ( alm ), Abdulkarim Sorush, Muhammad Syahrur, Nashr Hamid Abu Zayd.

Mereka telah dicerca dan dikafirkan oleh sekelompok muslim, terutama kalangan konservatif, hanya karena pandangan mereka dianggap bertentangan dengan pemahaman mereka. Untuk meraih kebebasan akademik bagi setiap sainstis Muslim tentu tidak gampang. Salah satu persyaratannya yang utama adalah menyakinkan kalangan konservatif yang anti modern. Di samping itu, adalah penting untuk mengurangi klaim otoritas keilmuan dan monopoli kebenaran. Siapa yangberhak untuk menafsirkan dan berkata tentang konsep Islam? Karena menuntut ilmu kata Nabi Muhammad SAW adalah hak setiap Muslim, laki atau perempuan. Jadi, tidak ada alasan untuk membenci, apalagi membatasi kehidupan setiap pembaru/sainstis hanya karena factor keliberalan pemikirannya.

Pengarang: Yusuf Rahman

Berat: 50 gr

Login to post comments

Get In Touch

Center for the Study of Religion and Culture (SCRC) Pusat Kajian Agama dan Budaya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

  • Add: Jl. Kertamukti No. 5 Pisangan Ciputat 15419
  • Tel: 021-744 5173
  • Fax: 021- 7490756
  • Email: [email protected]
  • Hotline: 021-744 5173
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…