Pesantrenforpeace.com – Jakarta (17-18/9). Pondok Pesantren Annajah Rumpin Bogor selenggarakan workshop tingkat Kabupaten untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dengan tema “Kesadaran Multikultural, Toleransi, dan HAM dalam Kehidupan Beragama.” Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pesantren for Peace ini, diusung oleh CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dengan dukungan Uni Eropa (EU). Diharapkan melalui workshop ini, akan meningkatnya peran pesantren di Jakarta dan sekitarnya serta terbangunnya kesadaran publik dalam rangka mempromosikan dan mengadvokasikan nilai-nilai kesadaran multikultural, toleransi dan HAM sebagai bentuk upaya penanganan konflik dalam kehidupan beragama.

Yogyakarta memiliki sejarah panjang dalam mengelola proses akulturasi entitas kebhinnekaan sebagaimana dapat ditemukan dalam nama-nama kampung seperti Bugisan, Daengan, bahkan terabadikan dalam satuan prajurit Kraton seperti bregodo Bugis, Daeng serta pernik-pernik kebudayaan etnis dari luar Jawa yang tetap mendapatkan ruang hidup hingga sekarang. Filosofi dan ajaran Kraton Ngayogyakarta yang mengedepankan pertanggungjawaban bagi keselarasan dan ketenteraman seluruh warga telah membentuk sikap budaya bahwa setiap pemimpin harus mampu menjadi songsong agung kawulo Mataram.

Setelah sukses dengan seminar Local Day of Human Rights di 5 provinsi di Pulau Jawa pada bulan Agustus lalu, kali ini Pondok pesantren penerima dana hibah Pesantren for Peace akan menyelenggarakan Workshop Best Practices tingkat kabupaten yang berlangsung selama 3 hari.

Kunjungan Tim Kementerian Luar Negeri Jepang.

Csrc.or.id – Juma’at (25/11) Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kedatangan tamu dari Kementerian Luar Negeri Jepang. Direktur CSRC, Irfan Abubakar dan Director Foreign Policy Bureau Kementerian Luar Negeri Jepang, Shingo Miyamoto beserta timnya, membahas kerjasama kemenlu Jepang dengan civil society di Indonesia, khususnya guru-guru pondok pesantren.

 

  • 1. Selalu menghargai sekecil apapun usaha penyelesaian konflik secara damai
    2. Tidak memihak kubu-kubu yang berkonflik
    3. Memahami dan menghargai kepentingan kelompok-kelompok yang bertikai
    4. Tidak berkecil hati mendengar tawaran tertinggi dari kelompok yang berkonflik
    5. Menganggap tawaran tertinggi sebagai cara bernegosiasi
    6. Tidak menganggap moralitasnya lebih tinggi dari yang berantem -- semuanya sama saja memainkan peran --
    7. Tidak me-like setiap provokasi -- tapi tersenyum dalam hati saja --

Pesantrenforpeace.com - Yogyakarta (28/8/2016), Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah Yogyakarta menggelar seminar Local Day of Human Rights dengan tema “Peran Pesantren dalam Membangun Nilai Toleransi, HAM, dan Penyelesaian Konflik Secara Damai Demi Terciptanya Yogyakarta yang Istimewa”. Seminar ini merupakan implementasi dari program dana hibah (Subgrant) Pesantren for Peace yang diinisiasi oleh Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah bekerja sama dengan Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) Indonesia dan Timor-Leste dengan dukungan Uni Eropa.

Pesantrenforpeace.com – Minggu, (28/08/2016) Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an khusus putri Al-Muntaha, Salatiga, mengadakan kegiatan seminar Local Day of Human Rights pertama dengan tema “HAM, Perdamaian dan Toleransi Menuju Islam Rahmatan Lil ‘Alamin”. Acara ini terselenggara atas kerjasama Pondok Pesantren Al-Muntaha dengan CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dengan dukungan dari Uni Eropa sebagai implementasi dari program dana hibah (Subgrant) Pesantren for Peace.

Pesantrenforpeace.com – Pondok pesantren Darut Tauhid, Surabaya, telah berhasil menggelar seminar Local Day of Human Rights sebagai implementasi dari program Dana Hibah Pesantren for Peace dengan tema “Toleransi dan HAM dalam perspektif Islam serta menyelesaikan konflik secara damai”. Ini merupakan pengalaman baru bagi pondok pesantren Salaf ini. Banyak ilmu yang didapat serta pengalaman bagaimana merencanakan, mengelola, dan mempertanggungjawabkan suatu kegiatan.

Page 2 of 9

Get In Touch

Center for the Study of Religion and Culture (SCRC) Pusat Kajian Agama dan Budaya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

  • Add: Jl. Kertamukti No. 5 Pisangan Ciputat 15419
  • Tel: 021-744 5173
  • Fax: 021- 7490756
  • Email: [email protected]
  • Hotline: 021-744 5173
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…