Lari pagi Keluarga CSRC dengan KAS

Pagi (15/6/15), keluarga besar Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Jakarta melaksanakan Lari pagi bersama salah satu mitra kerja CSRC yaitu Konrad Adenauer Stiftung (KAS). Lari pagi mengelilingi Situ Gintung menjadi ajang perpisahan antara CSRC dengan direktur KAS Indonesia Dr Jan Woischnik yang akan di pidah tugaskan dari Indonesia.

GG House Bogor, CSRC Online--Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Jakarta sebagai Tim Project Pesantren untuk perdamaian mengadakan kegiatan Brainstorming dalam rangka merencanakan desain kegiatan Training of Trainers (TOT), Capacity Training, dan Field Trip di Hotel GG House Puncak, Bogor. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari, 30 juli – 1 Agustus 2015 dan dihadiri oleh 14 peserta.

Kegiatan diawali oleh sambutan hangat yang disampaikan Direktur CSRC Irfan Abu Bakar dan manager project Pesantren for Peace (PFP) atau pesantren untuk perdamaian, Sarah Sabina Hasbar. Irfan merasa sangat bangga dengan semangat dan kerjasama tim PfP, dalam sambutannya ia berkata “kita sudah melakukan beberapa program PFP dari Conflict Analysist Mapping, workshop-workshop dan sebagai puncak launching program PfP (30/6) oleh Menteri Agama dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah jakarta, semangat seperti ini harus terus kita pelihara.”

Koordinator program Pesantren untuk perdamaian, Sholehudin A. Aziz, mengatakan kegiatan ini bertujuan mendiskusikan secara mendalam desain dan tema-tema kegiatan Training of Trainers (TOT), Capacity Training, dan Field Trip secara detail pada lima wilayah hasil penelitian sebelumnya.

Sholehudin menyampaikan bahwa Training of Trainers tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 9-22 Agustus 2015 di Hotel Seruni Puncak. Kegiatan ini merupakan pelatihan untuk para ustadz dan ustadzah untuk menjadi trainer pada kegiatan Capacity Training yang akan diselenggarakan di 5 kota dimana di setiap kota tersebut para trainer melakukan training kepada 30 santri dilanjutkan dengan kegiatan Field Trip.

Kegiatan Brainstorming selama tiga hari akan menghasilkan jadwal acara, serta desain kegiatan TOT, model pelatihan dan Field Trip yang telah disepakati dalam pembahasan. diharapkan semua kegiatan ini berjalan lancar dan sesuai rencana. Semoga dengan diselenggarakannya rangkaian kegiatan ini, pendidikan perdamaian berperspektif HAM dan Islam dapat tersosialisasikan dengan baik khususnya kepada para santri dan kepada seluruh generasi muda Indonesia pada umumnya.

 

Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Jakarta dan Konrad Adenaeur Stiftung dengan dukungan dari Uni Eropa me-launching “Pesantren for Peace (PFP): a Project Supporting the Role of Indonesian Islamic Schools to Promote Human Rights and Peaceful Conflict Resulotion” di Hotel Ambhara, Selasa (30/6/2015). Program ini adalah upaya untuk turut mendorong dan mendukung peran pesantren dalam mempromosikan Hak Asasi Manusia (HAM) dan penyelesaian konflik secara damai.

Salah satu indikator untuk mengukur sejauh mana restorasi peradaban telah membuahkan hasil dalam suatu Negara adalah Indeks Pembangunanan Manusia (HDI, Human Development Index), pada dasarnya HDI digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah Negara adalah Negara maju, Negara berkembang atau terbelakang.

Tak bisa dipungkiri bahwa industri perbankan syariah nasional kita berkembang dengan pesat. Walau relatif masih muda, namun perkembangannya sangat cepat dan prospeknya pun sangat cerah. Sudah selayaknya lah kita harus berbangga dengannya.

Pesatnya perkembangan ini tak lepas dari moralitas dan nilai-nilai agama Islam yang melekat pada industri perbankan syariah ini.Namun harus dikaui bahwa kemajuan perbankan syariah ini belumlah berarti apa-apa bila dibandingkan dengan kemajuan yang dicapai perbankan konvensional.

Perjalanan hidupku tak ubahnya seperti aliran air yang mengikuti Alur Sungai. Cita-citaku hanya satu jadikan selengkapnya
Sungguh bangga dan senang rasanya, mendengar kabar bahwa para santri-santri dayah Aceh, yang dulu magang (alumni) di CSRC UIN Jakarta (2006-2008) kini sudah mendirikan IPSA (Ikatan Penulis Santri Aceh).

Jeritan demi jeritan derita rakyat tak pernah menyentuh hati nurani para pemimpin untuk memperbaiki nasib rakyat. Belum lagi spiral krisis kini semakin tak berujung dan belum ada titik terang untuk keluar darinya. Keterpurukan ini dilengkapi lagi dengan keserakahan di mana semakin banyak orang-orang yang mendapatkan harta dari cara-cara tak halal dan menghalalkan segala cara. Dalam situasi inilah filantropi bisa mengambil peran yang cukup signifikan dalam membantu pemerintah mengatasi problem kemiskinan dan segala bentuk keterpurukan ini.

Page 5 of 9

Get In Touch

Center for the Study of Religion and Culture (SCRC) Pusat Kajian Agama dan Budaya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

  • Add: Jl. Kertamukti No. 5 Pisangan Ciputat 15419
  • Tel: 021-744 5173
  • Fax: 021- 7490756
  • Email: [email protected]
  • Hotline: 021-744 5173
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…