Round Table Discussion, sebuah diskusi lanjutan dari program "Pendidikan Berspektif Perdamaian di Ambon" yang diadakan oleh Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan The Asia Foundation (TAF).

Diskusi pada 9 Desember 2013 di Hotel Santika BSD Serpong ini dihadiri oleh Irfan Abubakar (Direktur CSRC), Rita Pranawati (Project Officer Bina Damai Ambon) dan  peneliti CSRC yaitu Chaider S. Bualim, Ahmad Gaus AF, dan Muchtadirin. Diskusi dihadiri juga oleh Budi Munawarrahman (TAF), Abidin wakano (Konsultan Project Bina Damai Ambon), M. Miqdad (Institute Titian Perdamaian), M. Hafidz (Aman Indonesia), dan Nafi Muthohirin (Koran Sindo).

Kunjungan Para Aktivis The Reading Group, Singapura

The Reading Group Singapura, adalah grup diskusi anak muda Muslim Singapura yang tertarik dengan perkembangan pemikiran ke-Islaman kontemporer. Grup yang dipimpin oleh M. Imran Taib ini sering mengadakan perjalanan ke negara-negara Islam untuk studi banding dan berdiskusi tentang perkembangan Islam.

Pada 3 Desember 2013, tujuh orang anggota grup mengunjungi kantor Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Tujuan kunjungan ini untuk berdiskusi tentang perkembangan gerakan Islam terutama kelompok radikal kontemporer di Indonesia.

Sosialisasi Empat Pilar yang telah dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) telah mencapai keberhasilan, melihat manfaat yang telah dirasakan oleh masyarakat. Tetapi, keberhasilan ini tidak dibarengi dengan implementasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Seiring keberhasilan sosialisasi Empat Pilar, muncul wacana baru untuk mereformulasi Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Wacana ini bersumber dari aspirasi beberapa elemen masyarakat.

Pelatihan Agama dan HAM (Semarang)

Kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya nilai-nilai Hak Asasi Manusia makin menguat, setelah runtuhnya masa Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto yang digantikan dengan masa Reformasi. Hal ini ditandai dengan lahirnya Undang-Undang HAM No. 39 Tahun 1999 yang terdiri dari 160 pasal yang meliputi 11 bagian. Pada tataran praktis, perlindungan terhadap hak-hak sipil dan politik warga tercermin dari banyaknya media yang dapat bebas mengkritik pemerintah serta maraknya terjadi unjuk rasa di berbagai kota di Indonesia.

WriterPreneurship Gelombang ke-5

Dunia penulisan mempunyai pengaruh besar dalam perkembangan peradaban. Menulis menjadi media untuk menyampaikan sebuah gagasan. Tidak hanya itu, dewasa ini menulis telah menjadi kegiatan yang menghasilkan keuntungan materi. Menulis bahkan telah masuk dalam kegiatan industri komersil yang sedang berkembang pesat, termasuk di Indonesia. Namun, dibalik berkembangnya industri penerbitan, Indonesia masih memiliki jumlah terbitan buku yang rendah. Jumlah buku yang terbit di Indonesia hanya sekitar 2500 judul setiap tahun, ini lebih rendah dibanding Jepang yang mencapai sekitar 44.000 judul setiap tahun, Amerika Serikat 100.000 judul dan Inggris 61.000 judul pertahun.

MEMBUMIKAN "PENDIDIKAN PERDAMAIAN" DI MALUKU

Dengan berucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kami perwakilan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, Kementerian Agama Wilayah Maluku, akademisi, yayasan pendidikan, kepala sekolah, tokoh agama, guru, dan pemerhati pendidikan telah berpartisipasi aktif dalam Workshop Advokasi Pendidikan Perdamaian di Ambon yang dilaksanakan di Swiss-Belhotel yang berlangsung dari tanggal 22 sampai dengan 23 Agustus 2014.

Forum Akademisi untuk Papua Damai  (FPAD) sebuah forum akademisi untuk Papua Damai yang dibentuk pada 2011 dan terdiri dari para akademisi dari 24 universitas di Indonesia. Pada Jumat, 5 September 2014 FAPD menyerahkan kertas posisi tentang Persoalan Papua dan Harapan terhadap Pemerintahan Jokowi-JK melalui Bapak Eko Sandjojo, Deputy Papua Tim Transisi Jokowi – JK, dalam acara Workshop Forum Akademisi untuk Papua Damai di Jakarta.

Beberapa tahun terakhir Ambon sekilas terlihat damai dan rukun, namun potensi konflik ternyata masih ada. Kerusuhan Ambon 11 September 2011 dan pawai obor Pattimura yang berakhir bentrok pada 15 Mei 2012 adalah bukti bahwa kepercayaan antar kelompok belum tumbuh sempurna di kalangan masyarakat. Meskipun telah ada Perjanjian Malino II pada 13 Februari 2002, namun trauma dan rasa saling tidak percaya akibat konflik 1999-2001 masih meninggalkan sisa.

Page 9 of 9

Get In Touch

Center for the Study of Religion and Culture (SCRC) Pusat Kajian Agama dan Budaya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

  • Add: Jl. Kertamukti No. 5 Pisangan Ciputat 15419
  • Tel: 021-744 5173
  • Fax: 021- 7490756
  • Email: [email protected]
  • Hotline: 021-744 5173
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…