Review Buku Mengungkap Sisi Kemanusiaan Teologi Asy’ariyah

blog

   

Penulis:  Irfan Abubakar

Pengantar Literatur

Buku ini berasal dari Disertasi yang dipertahankan penulis, Dr Muhammad Yunus Masruhin, sekarang dosen di UIN Suka Yogyakarta, di Universitas Al-Azhar Kairo tahun 2016. Yunus Masruhin kelahiran Pati, Jateng tahun 1980, dan telah menyelesaikan Master dalam bidang Tasawwuf di Jurusan Aqidah Filsafat Universitas Al-Azhar al-Syarif Kairo tahun 2011 dengan tesis berjudul al-wujud wa al zaman fi al Khithab al Shufiy inda Muhyiddin ibn Araby (Eksistensi dan Waktu dalam Diskursus Sufistik Ibn Araby). Pada tahun 2016 dia merampungkan studi S3 di universitas yang sama dengan desertasi berjudul Al-janib al-Insany fi al-Khithab al Kalamy inda al-Asya’irah dirasah muashirah lihujjati ahl al sunnah wal jamaah.

Dalam pengantar buku ini dikatakan bahwa studi ini berangkat dari diskursus logika eksistensi agama dalam pemikiran Tasawuf ibn Araby, dan bertujuan untuk menyingkap kehadiran kemanusiaan dalam hubungan manusia dengan Tuhan. Studi ini berangkat dari dua titik tolak: Tasawuf Ibn Araby dan Pemikiran Teologi Asy’ariyah seak mulai dari periode awal, menengah hingga periode kontemporer.

Studi ini berusaha mengajukan pembacaan yang lebih sesuai dengan sifat struktur pengetahuan yang mendasari pengalaman teologi Asy’ari. Yaitu pembacaan yg bertitik tolak dari struktur pengetahuan Asy’ari secara utuh dengan mengamati posisi kesadaran kolektif di dalamnya.

Penjelasan didasarkan pada teks-teks (nushus) diskursus para teolog Asy’ari, sehingga diharapkan proposisi dan bukti menjadi koheren untuk mencapai pengungkapan sisi kemanusiaan dari struktur pengetahuan pengikut Asy’ariyah. Pembacaan seperti ini diklaim jauh dari kesan pembenaran atau, bukan pula pembacaan ideologis yang biasa digunakan oleh kaum modernis terhadap kesadaran kolektif Asy’ari. Penulis menilai pemikir modernis cenderung membuat klaim yang tidak berdasarkan bukti dari pemikir Asy’ari sendiri. Kritik penulis terhadap klaim-klaim modernis akan akan ditampilkan dalam bagian akhir tulisan ini.

Dengan melakukan pembacaan secara koheren, tegas Masruhin, akan tercipta potensi menyingkap sisi kemanusiaan dalam diskursus Asy’ari sehingga diperoleh logika eksistensi teologis. Menurut penulis, Disertasi ini bukan sekadar kajian teologis murni, tapi kajian fenomenologis terhadap kesadaran kolektif yang terwujud dalam diskursus teologi. Singkatnya data pengetahuan studi ini adalah struktur pengetahuan kolektif Asy’ari, yang menjadi titik tolak pembacaan agar sampai kepada pengamatan kesadaran kemanusiaan di dalamnya. Pembacaan ini tetap memperhatikan konten pengetahuan Ilmu Kalam, tetapi tidak melakukan pembacaan tertutup. Tujuannya adalah membangun struktur kesadaran baru yang melengkapi struktur pengetahuan yang telah eksis selama ini.

    Studi ini menampilkan hasil pengamatan terhadap posisi kesadaran dalam sistem pengetahuan teologis. Pengamatan dibagi ke dalam tiga dimensi: kesejarahan, eksistensi dan kebebasan berkehendak, dan dimensi pengetahuan, praktik dan pembebanan hukum Syar’i. Ujung pembahasan karya ini adalah terbangunnya konstruksi Maqashid al-Aqidah atau tujuan-tujuan aqidah dalam rangka menjaga kehadiran dualitas kemanusiaan dan ketuhanan sehingga Ilmu Kalam dapat bertansformasi menjadi ilmu yang Antropo-Teologis sentris.

Artikel dapat diunduh di sini

Linkage