Home / Tentang Kami / Buku Tamu / Kontak Kami / Login
13/10/2009 16:54 Zeenat Rahman: “Tolerance in a Multi-Cultural, Multi-Religious, and Democratic Society” In CSRC’s monthly discussion Ms. Zeenat spoke many about the importance of interfaith youth work in promoting civic engagement and healthy integration amongst youth. According to Ms. Zeenat interfaith youth work can be realized when mutual respect and pluralism among young people has been built well. (Dibaca: 88)
09/10/2009 15:19:41 Ricklefs: Dinamika Islam Modern di Solo dan Kediri (Discussing the Dynamics of Contemporary Islam in Solo and Kediri) On 8 October 2009 Professor MC Ricklefs addressed a CSRC monthly discussion group at UIN Jakarta. He told the group,“Solo appears to be a traditionally radical centre, the only one remaining in Java. Solo is a place where the dialectic between Christianisation and radical Islam is alive and well.... (Dibaca: 235)
24/08/2009 15:07:55 DISCUSSING THE PROGRESS OF RELIGIOUS FREEDOM IN THE WORLD WITH DR PAUL MARSHALL In 21 August, 2009, located in Graha Aktiva, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Institute Leimena has conducted a limited discussion by inviting several civil society organizations working for strengthening religious freedom in Indonesia, such as Center for the Study of Religion and Culture (CSRC)... (Dibaca: 143)
12/07/2009 13:33:08 “Summer Professional Training Program on Peace Building and Conflict Reconciliation” di Amerika (May 29-June 22, 2009) By attending the Summer Scholl hosted by Peace Building and Development Institute (PDI) American University, Washington DC, as well as fully funded by Academy for Educational Development (AED) and the United States Agency for International Development (USAID), I had learned not only theoretical fr... (Dibaca: 279)
The future challenge of democracy Oleh: Sholehudin A. Aziz The discourse and the dynamics of democracy will always remain attractive for study, especially in Indonesia, which has been internationally recognized as one of the global champions of democracy. (Dibaca: 62)
Pengemis dan Filantropi Islam Oleh: Sholehudin A. Aziz Bila bulan suci ramadhan tiba, terdapat pemandangan unik mewarnai Kota Jakarta. Ratusan hingga ribuan orang pengemis datang menyerbu kota Jakarta. Mereka terlihat memadati seluruh jalan-jalan utama di Jakarta terutama di perempatan jalan, dan tempat-tempat ibadah seperti masjid istiqlal dan lain seb... (Dibaca: 166)
TIP MENGHADAPI GEMPA Oleh: Sholehudin A. Aziz Sore ini, 2 september 2009, tepat pukul 14.57 beberapa daerah di Indonesia sejak dari Tasikmalaya, Bandung, Jakarta, Hingga Surabaya dilanda gempa. Yang paling besar terjadi di Tasikmalaya, sekitar 7,3 Skala Richter. (Dibaca: 278)

Resensi

Making Modern Muslims. The politics of Islamic education in Southeast Asia The early 21 st century saw a string of terrorist actions in the US, Asia and Europe. Most prominent among these were, of course, the 9/11 attacks on the WTC in New York and the Pentagon; the Bali bombs; the bomb attacks in Madrid and London; and those on the Australian Embassy and the Marriot Hotel in Jakarta. Islamic inspired violence /ned to spread like an oil stain and Islamic inspired murders and other riminal acts were feared to be spreading like wild fire. All the major attacks were considered to be inspired by organised international Islamic radical movements and the West (and others) began to seriously worry where all this radicalism stemmed from and how it is disseminated, especially among the younger generations. Attention soon focused on Islamic schools and educational politics, especially those in Southeast Asia. (Dibaca: 28)
Review Dick van der Meij: Diaspora Berkelanjutan Bugis-Makassar Buku kecil dan DVD yang menarik ini mengisahkan peranan diaspora suku Bugis-Makassar dalam periode prakemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Buku ini penting dibaca oleh pelajar dan masyarakat yang tertarik pada sejarah Indonesia pada umumnya. * Judul: Bugis-Makassar dan Kebangkitan Nasional * Penulis: Mukhlis PaEni * Penerbit: Departemen Kebu¬dayaan dan Pariwisata beker-ja sama dengan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) dan Asosiasi Tradisi Lisan (ATL), 2008. * tebal: vi+46 halaman (ditam-bah DVD) (Dibaca: 380)
Review Dick van der Meij: Arjunawiwaha; The marriage of Arjuna of Mpu Kanwa Stuart Robson, Arjunawiwdha; The marriage ofArjuna ofMpu Kanwa (Leiden: KITLV Press, 2008), xiii + 208 pp. (Bibliotheca Indonesica 34). ISBN 978-90-6718-321-5. Price: EUR 24.90 (soft cover). (Dibaca: 181)

Penelitian

Perda Syariah Islam di Era Otonomi Daerah: Implikasinya Terhadap Kebebasan Sipil, Hak-hak Perempuan, dan Non-Muslim Secara legal-formal pemberlakuan syariah Islam di era otonomi daerah ditetapkan terutama lewat peraturan daerah (perda) yang memiliki kekuatan hukum atau politis. Meski Undang-Undang Nomor 22/1999 tentang otonomi daerah tidak memberi wewenang bidang peradilan dan agama kepada daerah, tetapi dalam praktiknya, perda-perda itu menyentuh persoalan agama dan quasi-peradilan. Karenanya, keberadaan perda-perda syariah itu perlu terus dikaji untuk menguji, apakah peraturan-peraturan daerah tersebut bertentangan dengan undang-undang dan Konstitusi atau tidak. Apalagi dalam penelitian ini ditemukan bahwa perda syariah tidak jarang menimbulkan kontroversi serta memicu perdebatan dalam masyarakat, walaupun kelompok yang mendukung keberadaan perda lebih besar daripada kelompok yang menolaknya. (Dibaca: 3396)
Wakaf untuk Keadilan Sosial Pentingnya mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil dan selaras menjadi kepedulian para pengelola lembaga wakaf di Indonesia. Mayoritas setuju dengan upaya melakukan penanganan ketidakadilan sosial melalui perubahan sistem sosial, ekonomi dan politik yang tidak adil. Berbagai persoalan bangsa seperti kemiskinan, pengangguran, kesehatan dan pendidikan yang rendah, masih menjadi persoalan yang rumit untuk diselesaikan. Dengan mengatasi berbagai persoalan sosial sampai ke akarnya, perubahan sistem dan struktur sosial yang tidak adil, menjadi harapan baru untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan yang dicita-citakan. Namun, tentu saja, hal ini tidak mudah mengingat penyelesaian ketidakadilan sosial juga membutuhkan kerjasama dari berbagai elemen masyarakat, utamanya negara dan pasar agar mereka adil dalam mendistribusikan segala sesuatu yang menyangkut hajat hidup orang banyak. (Dibaca: 2915)
Filantropi untuk Keadilan Sosial dalam Masyarakat Islam Indonesia Selain secara aktif menjalankan tradisi berderma, mayoritas umat Islam Indonesia yakin bahwa kegiatan berderma tidak hanya merupakan kewajiban agama, namun juga sebagai tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, mereka yakin bahwa filantropi Islam di negeri ini memiliki potensi untuk mendorong terciptanya keadilan sosial ekonomi di dalam masyarakat. Mereka juga berpandangan bahwa keadilan sosial harus didasarkan atas persamaan hak seluruh rakyat sehingga pembatasan atas hak dan diskriminasi atas nama agama, ras, etnik, dan gender akan mengakibatkan persoalan besar, yang perlu diatasi demi menciptakan keadilan sosial yang hakiki. (Dibaca: 4452)