Dari Lensa ke Hati: Peran Film dalam Melawan Ekstremisme

Dalam episode kali ini, kita ngobrol seru dengan Shalahuddin Siregar yang biasa disapa Mas Udin, sutradara film dokumenter “Pesantren” ditemani Irfan Abubakar, pakar kontra narasi ekstremis. Ternyata film bisa menjadi senjata ampuh melawan narasi ekstremis dan menyebarkan nilai-nilai toleransi, empati, dan keindahan Islam lho. Film juga bisa kok lebih kuat dari ceramah. Di sini kita juga akan menemukan mengapa film “Pesantren” jadi penting di tengah stigma negatif terhadap pesantren. Inilah pentingnya sinema yang nendang hati, bukan cuma otak. Apakah santri bisa bikin film sendiri? Serius, ini obrolan bakal bikin kamu mikir: “Gue juga bisa bikin cerita yang berdampak, kan?”  

Yuk Kepoin di Youtube CSRC UIN Jakarta